Drama

Hidup telah menjadikan kita sepasang lelaki

dan perempuan yang sedang saling mencari

di bandara dalam sebuah sinetron India

 

Dengan segenap rindu dalam paru,

kau memanggil namaku dan sebaliknya aku,

tetapi bising takdir telah lebih dulu

membuat kita sama-sama hilang rungu

 

Rindu mata kita menyisir terang dan gelap

setiap lorong dan sudut. Namun, cerita

hidup dari tabir yang membuat kita buta

meski wajahmu telah sampai di hadapanku

 

Waktu berteman baik dengan ibu mertua

keduanya tak pernah ada di pihak kita

Seluruh penonton tahu betapa

kita saling mencinta, tetapi

(bersambung)

 

Agustus, 2017

Advertisements

Perihal Orientasi Seksual (Bag. 3)

Halo, para pengunjung RuangRumpi! Minggu ini pembahasan kita mulai beranjak dari orientasi seksual. Tetapi tentu saja masih dalam lingkup SOGIESC (Sex, Orientation, Gender, Identity, Expression, Sex Characteristic). Tim RuangRumpi kembali melakukan tanya jawab bersama Kak Ivan dari Srikandi Patuha. Kali ini kami mengangkat tema “Transgender”.

Yuk, simak hasil obrolan singkat kami dengan Kak Ivan!

Q1: Apakah yang dimaksud dengan Transgender?

Continue reading “Perihal Orientasi Seksual (Bag. 3)”

Teman Terbaik

Saya sudah sering menemukan tips-tips supaya bisa mendapatkan teman sebanyak mungkin. Orang yang memiliki banyak teman dianggap supel dan pandai bersosialisasi. Sedangkan mereka yang lebih suka menyendiri disebut kurang cakap dalam membangun interaksi sosial. Mampu memiliki banyak teman lumrah dianggap sebagai suatu kelebihan.

Tapi, benarkah demikian?

Sebagai seorang pemalu yang sering merasa gugup ketika harus berinteraksi dengan manusia lain, saya hanya memiliki sedikit sekali teman. Selama bertahun-tahun saya menganggap itu sebagai sebuah kecacatan. Telah saya habiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran dalam usaha saya untuk menjadi orang yang lebih supel, yang lebih pandai menjalin pertemanan. Saya bahkan menuliskan “punya banyak teman” sebagai salah satu poin dalam daftar goal yang saya buat.

Continue reading “Teman Terbaik”

Sujud-Sujud yang Terusir

Kobar tombak-tombak api

Telah mengoyak ibadah-ibadah

Dan mengusir para hamba dari

Khidmat tempat sujud mereka

 

Kerudung dan peci-peci rompang

Dipungut dari reruntuhan

Lalu diangkut dengan rakit-rakit

Yang dibangun dari jerit-jerit

 

Genting menggantung di kening

Ketika mereka mendayung dzikir

Membawa rakaat-rakaat doa

Mencari kiblat dan tempat salat

 

Ciwidey, September 2017

BLW: Alternatif Pemberian MPASI pada Bayi

Baby Led Weaning merupakan sebuah metode pemberian makanan pengganti asi untuk bayi. Jika biasanya para orang tua menyuapi makanan yang sudah dihaluskan, dalam metode BLW, bayi diberikan finger food (makanan padat yang bisa digenggam bayi) dan dibiarkan belajar makan dengan mandiri. Dalam metode BLW, orang tua memberikan kepercayaan kepada insting bayi untuk menentukan kapan sang bayi merasa lapar dan memerlukan makanan. Jadi para orang tua tidak akan perlu mengejar dan memaksa-maksa menyuapi anak yang tidak mau makan.

Bayi-bayi BLW dibiasakan untuk bergabung bersama keluarga pada jam makan dan dilatih memberi makan dirinya sendiri dengan finger food yang layak dan tentunya sehat. Selain itu, mereka bisa memilih apa yang ingin mereka makan, seberapa banyak dan juga seberapa cepat mereka memakannya. Bayi-bayi BLW juga dibebaskan untuk mengeksplorasi bermacam-macam rasa dan tekstur makanan tanpa dipaksa untuk mengkonsumsi jenis makanan tertentu.

Continue reading “BLW: Alternatif Pemberian MPASI pada Bayi”

Selasa Bersama Morrie: Diktat Kuliah tentang Cara Menjalani Hidup

Saya jatuh cinta sama buku bukan tanpa alasan. Nyatanya, buku telah berkali-kali menjadi penyelamat hidup. Menjadi pemberi setitik cahaya ketika saya dihimpit gulita. Memberikan semangat untuk bertahan ketika saya terkapar menahan sakit di dasar jurang.

Selasa Bersama Morrie adalah salah satu dari buku-buku itu.

Ulasan-ulasan positif dari beberapa teman untuk buku-buku Mitch Albom sukses bikin saya penasaran pada karya-karyanya. Tapi karena daftar buku yang kepingin saya beli sudah kepalang panjang, nama Mitch Albom mesti disimpan di bawah banyak nama penulis lain. Bolak-balik belanja buku, judul buku Mitch Albom tak juga kunjung tercetak di struk.

Namun rupanya, Mitch Albom punya caranya sendiri untuk sampai di rak buku bercat biru di kamar saya. Ketika mengikuti Expert Writing Class bersama Gramedia, saya yang hadir sebagai peserta diberi sekantung cantik bingkisan-bingkisan. Waktu saya keluarkan isinya, buku bersampul hijau dengan tulisan “Mitch Albom Selasa Bersama Morrie” ada di antara beberapa barang lain. Kami sama-sama tersenyum ketika akhirnya bertemu.

Continue reading “Selasa Bersama Morrie: Diktat Kuliah tentang Cara Menjalani Hidup”

Just The Same Kinda Love

Halo pengunjung RuangRumpi semuanya! Kali ini aku mau ngobrolin sebuah film pendek yang selalu berhasil bikin aku menangis gak peduli udah berapa puluh kali film itu kutonton. Aku pertama kali melihat film ini di YouTube beberapa bulan yang lalu. Filmnya cuma empat menit. Tapi efek yang aku rasakan sebagai penonton bertahan jauh lebih lama daripada itu. It was one of the best movie i have ever seen this whole year. I was obsessed with the movie (well, i am still obsessed with it even now! Haha).

Film keren itu berjudul “In A Heartbeat”. Sebuah film animasi berdurasi empat menit karya dua orang mahasiswa bernama Beth David dan Esteban Bravo. Cerita yang kuat, jujur, dalam, namun sekaligus sederhana, dibalut dengan musik yang indah dan ekspresif, efektif membuat pesan dalam film ini tersampaikan dengan sangat baik.

Continue reading “Just The Same Kinda Love”

Perihal Orientasi Seksual (Bag. 2)

Selama beberapa minggu ke depan, di tiap hari kamis, tim Ruang Rumpi akan menghadirkan tanya jawab dengan orang-orang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang kesehatan seksual.

Di minggu ini, bersama Kak Ivan dari Arjuna Patuha, kita akan membahas apa itu orientasi seksual dan apa yang perlu kamu lakukan jika orientasi seksualmu dianggap tidak wajar oleh masyarakat.

Simak tanya jawab berikut ini ya! Continue reading “Perihal Orientasi Seksual (Bag. 2)”

Antara Aku, Angkutan Online dan Angkutan Konvensional

Ruang Rumpi: Sebuah catatan hasil menguping pembicaraan ngalor-ngidulnya Aya dan kawan-kawan.

Episode 6: Antara Aku, Angkutan Online dan Angkutan Konvensional

 

Lian heboh mengipas-kipasi mukanya yang merah dan berkeringat dengan selembar kertas berisi daftar menu yang dilaminating. Miranda duduk di seberang meja, khusyuk memiring-miringkan muka di hadapan cermin sambil menyeka keringat yang mengucur di beberapa bagian mukanya dengan tisu.

Lian: Eh, Ceu, besok supir-supir angkot jadi demo gak sih?

Miranda: Enggak jadi, say.

Lian: Wah, asik atuh kalo gitu mah.

Miranda: Asik apaan? Mereka batal demo soalnya Pemprov Jabar udah ngeluarin larangan beroperasi buat perusahaan transportasi online. Jadi meski tukang angkot besok gak jadi demo, lu tetep gak bisa pakai gojek, grab, de-es-be, de-el-el. Wayahna, daek teu daek mesti naik angkot.

Lian: Alah siah! Beneran? Kata siapa? Awas hoax, ih!

Continue reading “Antara Aku, Angkutan Online dan Angkutan Konvensional”

Blog at WordPress.com.

Up ↑