Category: Serbarumpi

7 Things (i like) About: TWINWAR

Sebetulnya, aku udah lama banget nggak baca-baca lagi novel bergenre teenlit. Novel teenlit yang terakhir kubaca adalah Looking For Alibrandi karya Melina Marchetta terbitan Gramedia Pustaka Utama. Tergerak untuk baca karena novel itu strongly recommended oleh Mbah Hetih Rusli, editor kece idolaku, dan disebut-sebut sebagai salah satu novel teenlit terbaik.

Meski novel itu udah lama banget berhenti cetak di Indonesia (mungkin karena penjualannya di pasar gak terlalu baik), untungnya pas aku cek di salah satu marketplace ternyata masih ada yang jual. Aku dapat terbitan pertama tahun 2004 dengan kondisi yang masih bagus dengan harga cuma belasan ribu rupiah aja. Setelah dibaca emang terbukti rekomendasi dari Mbak Hetih tak pernah salah. Ceritanya bagus banget, tetap ringan a la teenlit tapi muatannya enggak kurang berbobot. Si penulis mengangkat berbagai isu sensitif di antaranya rasisme dan depresi di kalangan remaja. Gak heran kalau karya ini dapat banyak penghargaan.

Novel teenlit lain yang akhirnya membuatku kembali tergerak untuk membacanya adalah Twinwar karya M. Dwipatra. Kenapa tertarik? Karena novel inilah yang berhasil jadi juara di ajang Gramedia Writing Project batch 3. Tentu saja diriku penasaran dengan isinya. Kalau udah jadi juara, ya masa sih, gak bagus. Iya, kan? Setidaknya udah ada jaminan mutu. Jadi aku gak perlu takut bakal buang-buang waktu (mengingat masih ada banyak buku yang antre di daftar bacaanku jadi suka sayang aja gitu kalau udah sengaja meluangkan waktu tapi ternyata buku yang dibaca isinya mengecewakan, kan kalau tahu begitu mending ay baca buku lain dulu).

So, without any further ado, here are the 7 things (i like) about: Twinwar! Continue reading “7 Things (i like) About: TWINWAR”

Remedi Patah Hati

Entah percekcokan macam apa yang pernah terjadi antara aku dan Cupid. Pokoknya kami tak pernah akur. Meski aku merasa tak punya masalah apa-apa dengan dewa yang katanya bertugas untuk menjodohkan manusia itu, nyatanya, Cupid selalu membuatku kena masalah. Entah sengaja atau tidak, nampaknya Cupid senang sekali membuatku jatuh cinta pada orang yang salah. Orang-orang yang tak mungkin bisa kumiliki.

Jika aku bisa bertemu dengannya secara langsung, aku ingin mengajak Cupid berkelahi saja. Mungkin dengan begitu, dia bisa berhenti mengerjaiku. Tapi sayangnya, itu tak mungkin terjadi. Maka sepertinya aku mesti pasrah saja menerima kemalangan ini.

Meski begitu, bukan berarti aku tak melakukan apa-apa. Sebagai orang dengan frekuensi patah hati yang sangat tinggi, bodoh rasanya jika aku bahkan tidak bersiap-siap. Berkaca dari pengalaman, aku sadar sekali bahwa kesedihan yang muncul karena patah hati sangat potensial membuatku pesimis, depresi, krisis eksistensi diri, hingga mendatangkan pikiran-pikiran suicidal. Continue reading “Remedi Patah Hati”

Membatasi Media Sosial, Memperbaiki Kesehatan Jiwa

Kehadiran media sosial sebagai bagian dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pada tahun 2016 ada 132,7 juta penduduk Indonesia yang menjadi pengguna Internet.

Jumlah tersebut melebihi setengah dari total penduduk Indonesia, yaitu sekitar 51,5% dari 256,2 juta jiwa. Dari seluruh pengguna internet tersebut, 97,4% adalah di antaranya aktif mengakses media sosial. Facebook adalah konten media sosial yang paling sering dikunjungi, disusul oleh Instagram dan Youtube di posisi kedua dan ketiga.

Berdasarkan survei di atas, penggunaan media sosial sudah menjadi hal yang hampir tidak terpisahkan dengan pengguna internet di Indonesia. Namun ada hal-hal yang perlu kita perhatikan berkaitan dengan penggunaan sosial media tersebut. Menurut laporan dari Medical News Today pada tahun 2012, Facebook dan Twitter berpotensi menyebabkan gangguan kecemasan dan dapat meningkatkan kecenderungan untuk selalu merasa kekurangan.

Continue reading “Membatasi Media Sosial, Memperbaiki Kesehatan Jiwa”

Cerita BLW: Komunitas Berfaedah untuk Para Orang Tua

Halo, para pengunjung RuangRumpi! Setelah membahas soal apa itu BLW di artikel minggu lalu, kali ini Tim RuangRumpi akan berbagi informasi tentang Cerita BLW. Cerita BLW adalah sebuah komunitas di mana kamu bisa mendapatkan banyak informasi berguna seputar Baby Led Weaning.

Tim RuangRumpi telah melakukan wawancara via aplikasi WhatsApp dengan Rahmah Asyiah selaku pendiri komunitas Cerita BLW. Yuk, simak hasil wawancaranya!

Continue reading “Cerita BLW: Komunitas Berfaedah untuk Para Orang Tua”

Almost Perfect: “Love Love You”

Halo para pengunjung RuangRumpi sekalian! Semoga selalu dalam keadaan damai sentosa, tak peduli sekencang apa pun badai yang sedang dikirimkan oleh hidup. Amin.

Kali ini aku mau cerita soal film yang baru aja aku tonton dua hari yang lalu. Waktu itu terpaksa mesti bergadang karena ada yang perlu dikerjain. Begitu selesai ternyata udah lewat tengah malam tanpa kerasa. Hal yang pertama keingetan tentu saja sekian gigabyte kuota malam yang selama ini suka mubazir. Maka ku langsung gesit meluncur ke YouTube dengan niat mau nonton film yang seru. Terus keingetan deh sama film “Love Love You” yang beberapa bulan lalu trailer-nya berhasil bikin aku penasaran.

Continue reading “Almost Perfect: “Love Love You””

Selasa Bersama Morrie: Diktat Kuliah tentang Cara Menjalani Hidup

Saya jatuh cinta sama buku bukan tanpa alasan. Nyatanya, buku telah berkali-kali menjadi penyelamat hidup. Menjadi pemberi setitik cahaya ketika saya dihimpit gulita. Memberikan semangat untuk bertahan ketika saya terkapar menahan sakit di dasar jurang.

Selasa Bersama Morrie adalah salah satu dari buku-buku itu.

Ulasan-ulasan positif dari beberapa teman untuk buku-buku Mitch Albom sukses bikin saya penasaran pada karya-karyanya. Tapi karena daftar buku yang kepingin saya beli sudah kepalang panjang, nama Mitch Albom mesti disimpan di bawah banyak nama penulis lain. Bolak-balik belanja buku, judul buku Mitch Albom tak juga kunjung tercetak di struk.

Namun rupanya, Mitch Albom punya caranya sendiri untuk sampai di rak buku bercat biru di kamar saya. Ketika mengikuti Expert Writing Class bersama Gramedia, saya yang hadir sebagai peserta diberi sekantung cantik bingkisan-bingkisan. Waktu saya keluarkan isinya, buku bersampul hijau dengan tulisan “Mitch Albom Selasa Bersama Morrie” ada di antara beberapa barang lain. Kami sama-sama tersenyum ketika akhirnya bertemu.

(more…)

Just The Same Kinda Love

Halo pengunjung RuangRumpi semuanya! Kali ini aku mau ngobrolin sebuah film pendek yang selalu berhasil bikin aku menangis gak peduli udah berapa puluh kali film itu kutonton. Aku pertama kali melihat film ini di YouTube beberapa bulan yang lalu. Filmnya cuma empat menit. Tapi efek yang aku rasakan sebagai penonton bertahan jauh lebih lama daripada itu. It was one of the best movie i have ever seen this whole year. I was obsessed with the movie (well, i am still obsessed with it even now! Haha).

Film keren itu berjudul “In A Heartbeat”. Sebuah film animasi berdurasi empat menit karya dua orang mahasiswa bernama Beth David dan Esteban Bravo. Cerita yang kuat, jujur, dalam, namun sekaligus sederhana, dibalut dengan musik yang indah dan ekspresif, efektif membuat pesan dalam film ini tersampaikan dengan sangat baik.

Continue reading “Just The Same Kinda Love”